YP Institute Sebut Alokasi Dana APBN Kemenhan Kurang Efektif, 12 Triliun untuk Pesawat Bekas

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalokasikan dana APBN sebesar 12 Triliun untuk Pesawat Jet Tempur Mirage 2000-5, yang telah berusia 28 tahun dan sudah tidak diproduksi lagi. Pesawat ini dulunya akan diberikan Qatar kepada SBY pada tahun 2009, tapi SBY menolak karena menurutnya Pesawat tersebut sudah usang.

YP Institute Sebut Alokasi Dana APBN Kemenhan Kurang Efektif, 12 Triliun untuk Pesawat Bekas

Dr, Yuyun Pirngadi dari YP Institute for Fiscal and Monetary Policy mengatakan alokasi dana belanja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu tidak efektif. (01/01/2024)

Belanja Pemerintah Pusat menurut fungsinya Presiden Jokowi meng-alokasikan anggaran untuk Kementerian Pertahanan sebesar Rp 139,27 Triliun atau setara dengan 5,6
persen dari APBN.

Terkait hal tersebut, skema belanja Kemenhan melakukan pembelian 12 unit Jet Tempur Mirage 2000-5 dari Qatar seharga US$ 800 juta atau setara dengan Rp 12 Triliun.

Menurut Dr. Yuyun mengatakan, "Pembelian ini penuh dengan tanda tanya, Pasalnya, pesawat ini adalah bekas Angkatan Udara Qatar yang dibeli dari Perancis pada tahun 1997 dan sudah grounded dua tahun lalu, kemudian dibeli oleh Pemerintah Indonesia,"

Rencana pembelian pesawat ini akan berada di Indonesia atau deliveriy Order pada tahun 2025, praktis usia pesawat ini bila digunakan TNI AU telah berusia 28 tahun.

"Pertanyaannya kemudian, ada apa gerangan Kemenhan lebih memilih pesawat yang sudah berumur dan spare partnya langka? Jujur saja, secara geopolitik, Indonesia tidak berada dalam ancaman lawan atau urgency pesawat untuk digunakan." pungkas YP Institute.

Ketika pembeliaan pesawat bekas itu, sementara terjadi beda pandangan antara Komisi 1 DPR RI dengan Kemenhan dalam hal ini Menteri Prabowo Subianto. 

"Setiap pembelian alutsista dipastikan berbiaya tinggi atau mahal. Oleh karena itu, pengadaannya harus diperhitungkan dengan seksama, transparan dan akuntabel." kata Dr. H. Jazuli Juwaini salahsatu Anggota Komisi I DPR RI.

Download Jurnal lengkapnya Dr. Yuyun Pirngadi (YP Institute for Fiscal and Monetary Policy) pada link di bawah ini.

Files

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow